Panduan dalam Memahami Skincare Labels


Assalamu'alaykum


Pernah gak sih waktu beli skincare, suka khawatir bakal cocok atau nggak?
Atau klaim produknya jujur gak nih?
Terus pas baca komposisi-nya malah makin bingung sama nama-nama kimianya. Aman gak ya? 

Untuk postingan kali ini akan ada sedikit info tentang skincare labels. Bagaimana cara mengecek komposisinya, apakah ingredients yang terkandung natural, dan bahan-bahannya aman nggak sih?

Sebagai referensi, kalian bisa menggunakan website www.skincarisma.com atau www.paulaschoice.com untuk mengetahui manfaat dari bahan-bahan pada skincare kalian.


Di website Paula's Choice isinya daftar bahan-bahan yang biasa dipakai untuk produk skincare dilengkapi penjelasan dan kategori aman atau tidaknya bahan tersebut. List-nya puanjaaaaaaang banget. Siap-siap scroll ya... 

What you might not know:
Bahwa 5 - 6 bahan awal pada daftar komposisi merupakan 80% komponen utama penyusun suatu produk.

Jadi, kalau kalian akan memilih suatu produk, perhatikan saja 5 – 6 bahan awal dari daftar komposisinya. Karena untuk bahan-bahan selanjutnya hanya terkandung tidak lebih dari 20% secara total dan itu tidak begitu berpengaruh untuk kulit.


Saya berikan contoh produk skincare dari Laneige, Clear C Advanced Effector EX
 


Laneige merupakan salah satu brand cabang dari Amorepacific, yang mengedepankan kelembaban sebagai kunci dari kulit yang cantik dan bercahaya. Laneige menemukan hebatnya kelembaban yang melipatgandakan efek dari hidrasi, mencerahkan dan antiaging dan juga telah mengembangkan teknik Water Science™, kunci teknologi dari Laneige dengan mengkonversi air, sumber kehidupan menjadi energi kelembapan yang dahsyat.

Laneige Clear C Advanced Effector EX merupakan booster vitamin yang mengandung superberi dengan antioksidan empat kali lebih banyak dari Vitamin C dan dapat membantu mencerahkan serta melembabkan kulit luar dalam.





Dari komposisinya, bisa dilihat 5 bahan awal yang terdaftar adalah:
1.      Malpighia Emarginata (Acerola) Fruit Extract
2.      Euterpe Oleracea Fruit Extract
3.      Propanediol
4.      Alcohol
5.      Niacinamide

1.      Malphigia Emarginata (Acerola) Fruit Extract


Acerola atau ‘Antillen Cherry’ adalah buah asli dari Amerika Selatan  merupakan sumber antioksidan yang kuat dan pelembab polisakarida. Buahnya juga kaya akan Vitamin C, betakaroten, beberapa polifenol (antioksidan), dan Vitamin B.


2.      Euterpe Oleracea Fruit Extract

Buah Acai (baca: ah-sigh-EE) atau nama ilmiahnya Euterpe Oleracea, merupakan salah satu buah terlezat dalam golongan ‘superfood’.  Acai ditemukan di hutan hujan Amerika Selatan dan wujudnya sangat mirip dengan anggur. Buah ini sangat kaya akan antioksidan dan sering dijadikan minuman dan sangat populer di Brazil.

3.      Propanediol

Propanediol merupakan salah satu jenis glikol yang dapat meningkatkan kemampuan produk dalam penyerapan ke kulit. Propanediol bisa berasal dari bahan alami (jagung) dan juga bisa dihasilkan dari proses sintetis. Jangan khawatir, walaupun masuk dalam golongan alkohol, propanediol biasa digunakan pada produk skincare.

4.      Alcohol

Alkohol merupakan salah satu emollient dan membantu dalam meng-hidrasi dan membantu penyerapan produk ke lapisan terluar kulit.
Untuk alkohol sendiri kalian harus hati-hati. Karena untuk beberapa orang, alkohol dapat membuat kulit kering dan menyebabkan iritasi.

5.      Niacinamide

Niacinamide atau Vitamin B3 punya manfaat yang banyak untuk kulit. Bahan ini sudah sering terlihat pada produk pencerah kulit. Karena memang niacinamide sangat efektif dalam memperbaiki masalah kulit bertekstur dan mengalami tanda penuaan. Manfaat lainnya yaitu dapat mengecilkan pori yang membesar, meratakan warna kulit, mengurangi garis halus, kulit kusam, dan memperbaiki lapisan luar kulit yang lemah.

Kesimpulannya?
Dua bahan utama skin booster ini sangat kaya akan antioksidan dan Vitamin C. Teksturnya yang cair membuat produk ini sangat mudah terserap dan sekaligus dapat melembabkan.
Dari klaim produknya yang mencerahkan, setelah pemakaian ±2 bulan menurut saya sangat ada. Tapi bukan yang tipe putih pucat. Efeknya lebih ke meratakan warna kulit dan kusam jadi menghilang. Ditambah lagi tekstur kulit jadi lebih membaik selama pemakaian produk ini.

Jadi, dari penjelasan di atas, apakah ilmu per-skincare-an sudah bertambah?
Saya harap iya. Kesannya memang agak ribet harus dicari satu-satu. Tapi ini kan produk yang akan digunakan untuk kulit sendiri loh. Ilmu coba-coba nya harus berdasar. Jangan sampai termakan iklan dan malah produknya nggak berefek sama sekali karena ternyata ingredient yang di-highlight berada jauuuuuuuuuuuuh di dasar labels.
Males repot? Ya sudah, jangan baca label juga nggak apa-apa. Beli aja langsung. Dipake rutin dan tunggu hasilnya.
Tapi kalau ternyata nggak cocok dan sama sekali nggak ada perubahan apalagi malah bikin breakout? Jangan salahkan produknya ya. Pembeli harus cermat kan?

Sampai sini dulu ya. Sampai jumpa dipostingan selanjutnya!!!

Komentar