Mengenal Occlusive, Emollient dan Humectant


Assalamu’alaykum

Pernah mendengar istilah occlusive, emollient atau humectant?
Untuk yang belum pernah, ketiga istilah tersebut merupakan jenis-jenis pelembab. Yang mana ketiga-nya memiliki tekstur dan cara kerja yang berbeda. Lebih jelasnya lagi, di bawah ini saya uraikan sedikit detailnya supaya lebih paham.

Occlusive

Komponen Occlusive membentuk lapisan fisik yang membantu mengunci kelembaban di dalam kulit atau rambut. Pernah nonton Spongebob episode pergi ke pantai gak? Adegan ketika Spongebob dan Patrick yang menggantikan Larry sebagai lifeguard dan mengoleskan krim putih di hidungnya. Krim putih tersebut adalah zinc atau salah satu komposisi pada tabir surya yang pernah saya bahas.


Nah, Zinc merupakan salah satu contoh bentuk komponen occlusive yang membentuk lapisan fisik. Occlusive ini yang membuat kelembaban tidak dapat keluar ataupun masuk dengan baik. Semacam perisai gitu. Bentuk lain occlusive antara lain wax, dan dimethicone (atau bahan apapun dengan akhiran “cone”). Bahan-bahan ini cenderung terasa berat dan tidak terlalu nyaman untuk kulit jika digunakan secara terpisah sehingga jarang ditemukan sebagai bahan tunggal untuk produk kulit atau rambut, bahkan zinc sendiri lebih sering digabungkan dengan emollient.

Occlusive bukan jenis pelembab yang disarankan untuk jenis kulit berminyak karena dapat menyumbat pori dan beresiko menimbulkan komedo. Bahan ini lebih sering digunakan sebagai sunblock, skin primer dengan bahan dasar silikon, kondisioner, dan lip balm.


Emollient

Emollient dapat mendukung kerja occlusive, namun fungsi utamanya adalah membantu menghaluskan kulit. Jika kulit kalian terasa kasar dan sering ngeletek, pelembab jenis ini dapat membantu mengatasi masalah itu. Emollient yang umumnya digunakan termasuk butter, minyak, ester, dan asam lemak. Emollient dapat memiliki jangkauan penyebaran yang luas pada kulit. Pemilihan penggunaan emollient pada suatu formula dapat berpengaruh besar dalam hasil akhir di kulit pada suatu produk. Hampir semua emollient juga membantu menutrisi kulit, analogikan emollient seperti makanan sehat untuk kulit. Umumnya, emollient terasa nyaman di kulit dan sering dipasarkan sebagai bahan tunggal, atau dikombinasikan dengan emollient lain.

Humectant

Humectant bekerja dengan mengikat air dan membawanya ke dalam kulit dan rambut. Humectant merupakan komposisi yang penting dalam suatu produk untuk kulit atau rambut yang kering. Humectant yang umum digunakan antara lain gliserin sayuran, madu, sorbitol, asam hyaluronik, lesitin, dan tentu saja air. Beberapa bahan tersebut cenderung terasa lengket di kulit sehingga jarang digunakan sendiri.

Setelah mengetahui perbedaan dari tiga jenis bahan tersebut, kalian bisa lebih memahami bagaimana produk lotion, krim, serum atau produk perawatan kulit dan rambut favorit kalian bekerja. Selain itu, kalian juga jadi lebih bisa menentukan pelembab dengan kandungan apa yang cocok dengan jenis kulit kalian. Selanjutnya, di bawah ini saya berikan beberapa contoh komposisi yang bekerja sebagai Occlusive, Emollient dan Humectant.

·         Occlusive       : petroleum jelly, mineral oil, stearic acid, emulsifying wax
·         Emollient        : organic coconut oil, grapeseed oil, jojoba oil, shea butter
·         Humectant     : organic aloe leaf juice, glycerin, collagen, hyaluronic acid

Untuk membantu kalian, berikut saya lampirkan contoh produknya.




  
Website di atas juga bisa membantu untuk mencari tahu apakah produk skincare yang digunakan aman dan cocok untuk jenis kulit kalian. Tinggal copy paste ingredients produk, atau bisa langsung dicari saja nama produknya kalau tersedia. Link-nya sudah saya cantumkan di bawah ya.

Sekian dulu postingan kali ini.


Komentar